Senin, 01 September 2014

Tontonan mempengaruhi mood

Ada saatnya kita merasa pada satu tingkat titik kejenuhan dalam menjalani rutinitas, iya rutinitas.. selama liburan semester 4 menuju semester 5 ini, ada lebih dari 2bulan pada jadwal di tanggal akademik  ditetapkan sebagai “hari libur”. Gak lama sih menurutku, tapi suangaaat luamaaa.. entahlah, kenapa aku berfikir itu akan terasa lama. Eh tapi, ketika aku masuk kuliah pun, itu tidak berasa masuk kuliah, menurutku malah seperti main-main dan buang-buang waktu.haha, karena buat aku belajar itu tidak melulu soal duduk terpaku memperhatikan gerak tangan dan mulut dosen saat menjelaskan didepan kelas, tapi lebih dari itu, bahkan berdiskusi tentang bisnis bersama teman itu jauh lebih bermakna dan menyenangkan.wkwk
Ini sudah periode akhir masa liburanku, ternyata gak terasa udah tinggal menghitung mundur 14 hari lagi, sampai akhirnya aku melanjutkan rutinitas studyku dikelas, tapi beberapa akhir hari ini, sedikit banyak aku mengalami hal-hal yang membuat ku berfikir lebih keras hingga akhirnya ingin menyerah, yah menyerah!! Hahaha.. tapi tidak semudah itu, ada banyak cara yang terus aku upayakan untuk meniadakan kejenuhanku, yah salah satunya menonton beberapa film action dan nuansa perang.. eh tapi, beberapa hari ini aku nonton film korea. Menggelitik, aku yang biasanya selalu mencemooh teman-teman allay dikampus yang sering teriak saat menonton film korea, godain mereka yang sedang nonton dan download film-film korea. Sekarang,  aku malah merasa kecanduan film drama cengeng itu .huaa..
Awalanya aku hanya iseng ikut nonton film yang di download teman kantorku, selama liburan aku mengisinya dengan bekerja di salah satu perusahaan batu bongpay sebagai desain grafis dan pastinya juga dengan bisnis online yang saat ini tetap aku kelola. Sebagian pekerjaan belum selesei, bosan itu muncul, aku merasa bosan saat harus tetap duduk dilayar monitor seharian, tanpa bisa jalan-jalan dan mencoba hal-hal baru yang menyenangkan, benar-benar membosankan. Disebelahku,  dengan enteng temanku ketawa cekikikan, sesekali aku lihat dia meneteskan air mata. Hah?gila!! sedikit menangis, sedikit ketawa.. aneh !! singkat cerita nih, dia nonton film drama korea. Ketawa nyengir deh dalam hati, dia cowok looh, kog demen banget sama drama korea .wwkwk
Ada 20 episode penayangan dalam film itu, per episodenya durasi sekitar 60-65 menit. waah, bisa menghabiskan waktu lebih dari 20 jam untuk menyeleseikan cerita yang berjudul “Love Rain” tersebut. Hah??betapa sia-sia nya waktu sebanyak itu!!, aku abaikan saja. Tapi suatu ketika, tak sengaja aku lihat, disana ada pemandangan hebat dari kristal salju yang saat itu aktornya sedang memainkan perasaan romantisme penonton, betapa cantik dan indahnya jika aku juga bisa seperti itu. “Tapi, apa mereka akan berakhir bahagia?“, dalam hatiku bertanya saat mencoba memahami alur crita film tersebut. Aku terbuai dalam alur cerita film ini, hingga tak terasa aku menyeleseikan episode yang ke3, ujung potongan peralihan ke episode 4 sangat membuatku penasaran, yah akhirnya aku mengikutinya dan berusaha untuk download dan melengkapi episode-episode selanjutnya, 3hari berturut-turut aku tak lepas dari film tersebut, sampai akhirnya aku tersadar, aku yang terlanjur jenuh, mengabaikan apa yang terpenting yang harus aku lakukan, melalaikan apa yang menjadi visiku, dan sedikit mengabaikan permasalahan yang terjadi yang seharusnya bisa aku cepat seleseikan, karena aku selalu tebayang akan cerita dalam film tersebut, film itu mampu membawaku menjadi terlibat didalamnya, menciptakan empati yang cukup banyak kepada akhir cerita cinta mewah tersebut.
Film itu menceritakan tentang kekuatan sebuah cinta, yang mampu bertahan selama 30 tahun tanpa saling memiliki, yang bisa dilakukan hanya berkorban. Namun pada satu kesempatan, cinta itu dapat bersatu dan bahagia, tetapi konsequensinya bisa menyakiti banyak pihak yang terlibat didalamnya. Konflik yang dihasilkan rumit, namun memuncaknya halus. Kriteria film yang dihasilkan hampir sama dengan film indonesia yaitu lebih banyak menceritakan film cerita cinta ehidupan tingkat menengah ke atas, percintaan orang-orang kaya yang sesungguhnya jarang kita temui di kehidupan nyata, karakter yang diciptakan pun terasa sangat sempurna, sosok pangeran yang bertemu dengan seorang putri yang nantinya akan berusaha terus memperjuangkan cinta sejati mereka. Membuaikan sekali, disini aku terasa dibawa pada khayalan tingkat dewa yang memimpikan kehidupan sempurna didalamnya, tanpa aku mampu melihat jelas kehidupan yang nyatanya ada disini, dicerita tersebut juga menceritakan kekuatan cinta pertama yang takkan mampu pudar walaupun mereka telah memliki kehidupan dengan pasangan masing-masing, dan pada akhirnya mereka akan dipersatukan kembali karena kekuatan cinta yang begitu besar yang mereka miliki. Hah! Sekali lagi, aku terbuai untuk mengungkit dan membayangkan cinta yang pernah singgah dihidupku, tapi syukurlah aku tidak terlalu terbuai, karena aku sadar, tidak ada cinta di dalam islam oleh 2 individu tanpa ada ikatan halal antara mereka. Batin, khayalan dan akal sehatku terus bertarung mencerna cerita yang disuguhkan, aku tak ingin semata-mata meng-iya kan cerita fiktif ini.
Sudah pada titik ujung episode 19 cerita ini, aku sadar sudah banyak waktu yang terbuang untuk aku menikmati dan menghayati cerita cinta tak nyata ini, naluri mudaku ingin mengikutnya hingga aku tau akhir ceritanya, tapi aku juga sadar bahwa sudah banyak sekali kegiatan yang terlewatkan untuk hanya sekedar menikmati film fiktif ini, 2 hari ini aku hanya terbayang kelanjutan kehidupan pangeran dan putri didalamnya, aku dibuat merasa kehidupanku sesempurna mereka ada di kehidupanku, aku juga merasa cara berperilaku hingga bicaraku sdikit terpengaruh olehnya, zona nyamanpun terbayang dalam otakku, aku menjadi sedikit meremehkan pekerjaan kecilku, lebih banyak merasa galau sampai kehilangan arah hidup, hah!!apa apaan ini??film ini mempengaruhiku, itulah kenapa aku lebih suka menonton film action, motivasi dan humor, karena tontonan benar benar bisa menjadi tunutunan.
Memang tontonan bisa dianggap sebagai media hiburan, namun percayalah, itu sangat bisa mempengaruhimu!!, maka cerdaslah dalam memilih sebuah tontonan, carilah tontonan yang bermanfaat dan menghibur. Karenanya disana kamu bisa mendapatkan inspirasi, motivasi, dan kreasi kehidupan yang kamu inginkan..

Berhubung udah sampe episode 19, nanggunglah .. besok lanjutin ke episode terakhir 20 ya, setelah itu janji deh, gak bakal mau galau-galau lagi dengan drama percintaan, RUGI!! Tapi Sekali-sekali gak pipi (baca gak papa).hehe, tetep lebih suka lihat film genre humor dan action, karena itu melatih semangat detak jantung dan kekebalan tubuh.. jadilah penonton cerdas.. jangan mau jadi budak teknologi dan media
Tulisan ini dibuat karena penyesalan karena sudah membuang waktu dengan film bedurasi panjang, tapi alhamdulillah cukup menghibur, semoga tetap bisa menjadi inspirasi untuk project tugas film di perkuliahan semester 5 besok, selamat istirahat :D


-AyuRamti, 24 Agust 2014-

Selasa, 19 Agustus 2014

Jika saya mendapatkan Uang, saya Bahagia, jika tidak??

Saya adalah salah satu wanita muda yang suka berbisnis, berbisnis yang saya jalani sampai hari ini adalah jual beli online, ada banyak sekali barang yang saya jual belikan, mulai dari baju, jam tangan, hingga dulu pernah jual produk kecantikan. Modal?? Tidak butuh, saya hanya bermodal handphone dan berani posting. Istilah kata saya jadi makelar, menjual dan menawarkan barang orang lain, jika ada yang berminat? Baru saya ambilkan terus drop ke pembeli. Bener-bener tanpa modal!! Bisnis online ini sudah lama saya kenal dari tahun 2012 lalu, awalnya saya hanya diajak teman deket untuk coba peruntungan jual beli disini, alhasil saya ketagihan dan malah jatuh cinta dalam dunia bisnis ini, 2 tahun sudah saya jalani, alhamdulillah banyak menuai keuntungan. Meskipun lebih mudah dibanding bisnis secara offline, bisnis online juga memiliki resiko, untuk saya yang saat itu bener-bener newbie, saya harus belajar banyak dari pengalaman-pengalaman pahit.
Satu cerita pengalaman saya tentang resiko bisnis online adalah berikut, wolees, minum dulu .hehe.. oke, sudah .. saat itu saya bertemu dengan supliyer baru saat pengiriman barang di JNE, saya kenalan dan berbagi no pin BB, saat sudah se hay di BBM, saya langsng follow up tempat jualan dy, dia pemain olshop yang keren, dy sudah mampu stock barang yang banyak .. dan semua barang itu hanya dia jajakan lewat media sosial dan BBM, dan lagi saat itu saya rasa harga yang ditawarkan, lokasi dia juga cukup dekat dengan tempat tinggal saya. oke akhirnya saya putuskan untuk menjalin kerja sama dengan mbak siapa, lupa saya mananya, sebut saja bunga (bukan nama sebenarnya),hehe . Beberapa kali posting baju dari mbak bunga, ada satu pembeli nyantol dan tertarik untuk order, dia order langsung 5pcs 1 model, wah .. rejeki nomplok bukan?saya yang sebelumnya belum pernah menjual ebih dr 2pcs dlm 1 model baju langsung saya terima orderan tersebut, saya iya kan pesenan dia, dan dia meminta untuk segera dikirim, nanti uangnya saat COD ( cash on delivery), transaksi dengan pembeli saya oke, saya langsung pesankan ke mbak bunga “mbak, saya pesan baju kode blablabla 5pcs ya”, iya.. bisa tapi no cancel ya, jawab mbak bunga dalam BBMnya, . iya mbak siap, mungkin lusa saya ambi, semangat saya dalam orderan yang saya rasa cukup banyak saat itu. Oke, barang sudah keep itu pesenan saya. Keesokan harinya, saya konfirmasi lagi ke pembeli saya, untuk memastikan pesanan dan total order dia, saya cari di list obrolan di BBM, tidak ada jejaknya. Oh, mungkin ke end chat “kata hati saya”, saya cari di daftar kontak BBM, satu persatu dari 300an kontak tidak ada, ternyata saya di delcont. Wah di delcont?terus orderan dia yang sudah saya pesankan bagaimana?siapa yang membeli nantinya?, akhirnya saya coba konfirmasi ke supliyer dan menjelaskan sejelas-jelasnya apa yang barusan saya alami, ternyata mbak bunga gak mau tau tentang keadaan saya, dia memaksa saya untuk tetap harus membeli barang yang sudah saya pesan, 5pcs baju denim atasan yang saat itu seharga 60rb, jadi total 60.000x5pcs 300.000, atau kalau tidak dia akan memblacklist kontak BBM saya. Saya yang saat itu belom memiliki modal yang banyak, belum sanggup untuk ‘membeli’ dulu barang tersebut, dan akhirnya saya iya kan kalau dia mau memblacklist BBM saya dari BBM.nya, saya pikir di blaclist itu hanya di masukkan daftar pembeli hitam yang mungkin responnya akan lebih lambat dari respon pembeli lain, tapi ternyata lebih dari itu, pin saya di sebarluaskan (broadcast) dan dijelek-jelekkan di semua kontak yang dia punya, dibilang saya penjual amatiran, pembeli tidak bertanggung jawab bahkan penipu.. masyaAllah, sakit hati saya saat menerima BC tersebut, tapi saya juga menyadari, itu adalah kesalahan saya, saya teledor dalam menerima orderan dan tidak memastikan orderan tersebut, karena saya pikir supliyer saya sudah cukup besar, dan kalau pun dijual di selain saya sudah pasti laku, tapi sistem berkata lain . yah, Alhamdulillah jadi punya pengalaman yag bisa dijadikan pembelajaran.
Setelah bertahun-tahun berkecimpung, dan menikmati jual beli online ada banyak pelajaran dan kenikmatan dari bisnis online. Omset tidak pernah saya hitung pasti.hehe, tapi alhamdulillah setidaknya sudah bisa mewujud menjadi laptop AMD A8 seharga 5juta, bayar kuliah tiap semester dari semester 3 lalu, dan biaya hidup mandiri, kecuali makan sehari-hari. Sangat bersyukur katas nikmat kemampuan yang diberi Allah kepada saya melalui jual beli online, sehingga saya tidak perlu merepotkan orang tua lagi. namun orderan dengan hampir tiap hari mampir ke rekening saya, saya merasa seperti disetir oleh keadaan ini, dimana pada saat-saat saya tidak mendapati orderan pada beberapa hari, pikiran saya kacau, mood saya terbawa emosi dan marah-marah, ada perasaan kecewa dan kecil. Saya jadi pribadi yang merasa sangat kekurangan, saya kehilangan arah. Sampai akhirnya saya putuskan untuk sholat dan menyendiri, diam dan berdzikir. Apa yang salah saya hamba? Apa saya kurang sodaqoh? Apa saya terlalu kikir?? Namun lebih dari itu, saya menemukan jawaban dengan pesan Allah dam kitabnya “Fabi ayyi alai rabbikuma tukazziban” petikan surah ar-Rahman tersebut diulang-ulang banyak sekali yang artinya “Nikmat tuhan kamu yang manakah kamu dustakan”. Saya jadi tersadar dan semakin merasa tertampar, tersadar akan kekurangan diri ini lebih parah!! Kekurangan akan syukur atas nikmat yang sudah Allah berikan, nikmat fisik lengkap (nikmat melihat, mendengar, kesehatan, keluarga yang utuh, kehidupan yang cukup, oksigen kehidupan yang gratis, dll) hidup kaya itu bukan berarti kita memiliki segudang uang yang bertumpuk-tumpuk, Hidup kaya itu bahagia dan mampu bersyukur dengan keadaan yang ada pada diri kita, sehingga hati lebih tentram. Memang itu tidak mudah, butuh latihan ekstra untuk benar-benar menerapkan bersyukur tanpa syarat. Namun ketika kita bisa dekat dan mendekatkan diri kepadaNya, memasrahkan dan sadar bahwa dunia ini sementara serta segala yang kita punya hanya titipan, InsyaAllah itu memudahkan hati kita lebih tentram. 


Tulisan ini dibuat di kantor kerja saya, perusahaan Bongpay Surabaya 18Agust14
Semoga bermanfaat bagi pembaca terutama penulisnya juga.

Jazakumullah, wassalamualaikum Wr.Wb